Posted on

Terkadang di group whatsapp ada banyak postingan polling online dan diminta untuk berikan suara salah satu kandidat, misalnya utk pemilihan walikota atau bupati, gubernur, kepala desa sampai sekedar siapa siswa paling ganteng di sekolahnya. kita batasi pembicaraan utk pemilihan walikota misalnya, apakah polling ini akurat untuk dijadikan referensi? menurut saya ini tidak bisa dijadikan patokan elektabilitas kandidat, karena memang sebaran tidak merata, pemenang adalah mereka yang aktif sosialisasi di whatsapp grup.

kalo mau akurat harus ada survei dengan metodologi yg baik, misalnya sampel penarikan data merata di semua kelurahan. tapi paling tidak polling web ini bisa memberikan opini bagi masyarakat, apalagi dimuat di media cetak maka akan turut andil dalam membentuk presepsi siapa kandidat yang paling banyak di pilih.

salah satu website penyedia polling yg bagus adalah www.detikpolling.com, sistemnya adil karena hanya menerima 1 suara dari 1 IP address, jadi misalnya ada yg coba2 memilih berulang kali pasti ditolak karena masih dari handphone yg sama atau dari komputer yang sama.

CARA MEMBUAT POLLING

siapapun bisa membuat polling di website detikpolling.com dan gratis, cukup isi pertanyaan dan pilihan jawaban, lalu share ke whatsapp grup maka tidak lama polling akan mulai ramai yang jawab, bagi mereka yang kandidatnya unggul pasti akan share ini ke whatsapp grup atau facebook agar opini menyebar, dan bagi yg tidak berada di posisi unggul juga akan menyebarkan polling ini dan ajakan untuk memilih kandidat tertentu agar bisa menjadi pemenang dalan polling.

MENYEBARKAN POLLING

cara sederhana untuk menyebarkan polling adalah dengan cara:
kirim whatsapp broadcast
sebarkan lewat whatsapp grup
kirim ke group facebook yg sesuai, misalnya utk walikota palembang bisa kirim ke grup2 yg berisikan warga palembang
iklan di facebook page

IKLAN DI FACEBOOK PAGE

cara cepat untuk mensosialisasikan polling adalah dengan cara membuat iklan di facebook, caranya pastikan anda sudah punya facebook page, bila belum ada buat dulu, gak apa belum ada yg like, harus di facebook page karena iklan tidak bisa di akun pribadi dan tidak bisa di facebook group.

anda bisa menganggarkan iklan misalnya mulai Rp 16.000 per hari, jadi bila ingin tayang selama 10 hari maka siapkan anggaran Rp 160.000,- lumayan murah untuk sebuah pembentukan opini, yang diharapkan dari iklan ini nantinya mereka yg melihat iklan ini selain memilih juga nanti akan menyebarkan polling ini ke whatsapp group, itu jadi iklan gratis.

tangkapan layar iklan di facebook
ini salah satu contoh iklan yg saya jalankan di facebook, untuk menyebarkan polling online

dengan anggaran Rp 16 ribu perhari anda akan menjangkau pengguna facebook sebanyak 790 s.d 2.300 orang perhari, makin besar anggaran yang disediakan maka jangkauan akan makin banyak.

ada manfaat lain di iklan facebook, selain utk sosialisasi polling anda juga akan mendapatkan ribuan like di postingan anda, anda bisa manfaatkan mereka yg sudah LIKE untuk like juga facebook page, biar penggemar facebook page anda bertambah

kampanye pilkada dengan iklan facebook
ini tampilan bila ingin mulai iklan dan menentukan anggaran

INVITE OTOMATIS LIKER FACEBOOK

ada 2 cara invite like, manual atau otomatis, kalo manual anda klik namanya satu2 lalu invite jadi LIKER facebook page, cara otomatis bisa gunakan plugin chrome yg bisa otomatis invite liker postingan menjadi liker facebook page

anda lakukan sendiri iklan facebook oleh tim sukses anda, atau cari di daerah anda yang ahli dibidang internet marketing. namun saya juga bisa bantu ajarkan tim anda gratis, cukup beli salah satu produk kami SMS KAMPANYE, atau TEMRES, atau APDALIH atau SOFTWARE REAL COUNT di www.software-pilkada.com, kami selalu buat grup whatsapp baru yg anggotanya tim kami dan operator softwaare dari tim anda, di wa grup tsb kami akan memberikan support tentang pengunaan aplikasi dan tips lain berkaitan dengan kampanye pilkada.

Beberapa software kami, kami berlakukan penjualan eklusif, artinya bila sudah dibeli oleh salah satu timses kandidat di kota itu maka kami tidak boleh lagi melayani pembelian dari kandidat lain di kota yang sama dan di waktu pilkada yg sama. FIRST COME, FIRST SERVED

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.