Implementasi Teknologi Informasi untuk Kabupaten Kecil

proposal-aplikasi-untuk-kabupaten

proposal-aplikasi-untuk-kabupaten

merancang sistem IT untuk kabupaten kecil akan lebih rumit dibanding kota besar, kalo kota besar semua telah tersedia, mulai dari akses internet yg sudah masuk disemua polosok dan cepat lagi, dan gaya hidup penduduknya yang sudah terbiasa dengan gadget.

kalo kabupaten kecil, ide2 aplikasi top spt Qlue, eTol Card, parking sistem, Trafi, dll gak bakalan ada masyarakat yg mau pake. contohnya pembayaran dengan menggunakan e-money yg sudah berlaku di DKI untuk kereta, trans jakarta dan bayar parkir, dijamin gak bakalan laku di kabupaten atau kota kecil yg mayoritas masyarakat masih menggunakan uang tunai untuk segala transaksi.

Setelah membuat listing ide dan aplikasi yg memungkinkan dijalankan di kota besar, dari sekian ide tersebut disortir lagi yang mana yg bisa dijalankan di kabupaten kecil, hasilnya adalah

  1. SMS Center aspirasi masyarakat
    .
  2. Aplikasi web yang bisa menampung keinginan warga
    cukup buka web dari handphone. sistem ini akan menarik karena akan ada respon dari SKPD yang terkait mengenai usulan warga tersebut, dan setiap respon akan merubah status usulan tsb.
    .
  3. Absensi Fingerprint yang terintegrasi
    kali ini bukan sekedar absensi fingerprint yg sudah biasa di kantor2 pemerintah yang datanya ditarik setiap akhir bulan. tapi sistem ini data absensi dapat dimonitor dari komputer atau handphone secara real time, jadi bisa dilihat siapa saja pegawai yang belum hadir atau terlambat, kalo terlambat bisa dilihat alasan keterlambatanmisalnya jadwal masuk pegawai adalah jam 8.00, maka bila jam 8.15 pegawai belum hadir juga maka otomatis software akan mengirim sms kepegawai yang belum hadir, sms menanyakan alasan belum hadir, pegawai dapat membalas langsung sms tersebut dan masuk dalam database, sehingga kepada dinas bisa akses dari handphone alasan keterlambatan pegawai, sistem ini tidak akan memberatkan pegawai malah akan meningkatkan dispilin pegawai.
    .
  4. Absensi sekolah dan integrasi dengan sms
    sekolah dipasang mesin fingerprint, dan siswa yang datang dan pulang diwajibkan absensi sidikjari, sistem ini otomatis mengirim sms kepada orang tua siswa saat itu juga, jadi orang tua bisa memastikan bahwa anaknya hadir, dan bisa mengetahui jam berapa pulang.
  5. Aplikasi manajemen desa
    aplikasi ini sebenarnya aplikasi database biasa, tapi akan sangat bermanfaat bila digunakan secara dispilin, semua catatan direkam dalam database yang nantinya sangat memudahkan bila ada penginputan data berulang, sistem ini juga otomatis mengirim database ke server pemkab sehingga pemkab dapat memantau keaktifan kepada desa.

garis2 besar kelima aplikasi tersebut bisa didownload slideshare dibawah ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Aswandi Blog © 2015 Frontier Theme