Posted by on April 29, 2006 ·
bagikan
Saya lagi mencari website foto galeri yang mempunyai fitur:
foto galeri yang mempunyai fasilitas pengiriman foto oleh orang lain (tidak harus admin), dan mempunyai fasilitas komentar dan statistik.
foto galeri yang thumbnailnya otomatis muncul ketika ada foto dalam folder tertentu. jadi pengirimannya bisa lewat FTP. tidak perlu upload foto satu-satu.
Setelah saya mencoba beberapa foto galeri, untuk opsi 1 pilihan saya jatuh pada WebAlbum. contoh website bisa dilihat di www.album.kammi.or.id
Sedangkan untuk opsi 2, pilihan saya jatuh pada Weatimages . contoh nya saya terapkan di website www.izzuddin.com
Posted by on April 29, 2006 ·
bagikan
Saya tinggal perkampungan yang masyarakatnya belum menyadari pentingnya pendidikan. Mayoritas orang tua disana menyekolahkan anaknya hanya sampai SD, itupun kalo tamat. Bukan karena gak ada duit, sebagian mereka tergolong mampu dan mewah. Tapi dasar anak2 tidak bersemangat untuk melanjutkan sekolah dan juga tidak ada dorongan dari orang tua jadinya mereka hanya sampai pendidikan SD.
Seingat saya teman2 sekelas SD paling hanya 5 yang lanjut ke SMP, trus yang lanjut ke SMA mungkin hanya 2 orang. Hanya kami berdua yang terus sampe perguruan tinggi. Itupun teman saya kalo boleh dibilang termasuk orang yang paling kaya di kampung.
Tidak ada satupun keluarga disana yang adik beradik sekolah semua. Entah mengapa.
Entah mengapa juga saya dilahirkan dari orang tua yang berbeda dengan masyarakat kebanyakan. Orang tua termasuk yang pas-pasan. Pun begitu kakak saya bisa selesai kuliah, saya juga, adik saya. dan masih ada 3 adik saya yang 2 nya masih kuliah dan satunya yang kecil sekolah SD.
Orangtuaku merelakan hasil kebunnya tiap tahun habis tak bersisa untuk biaya pendidikan. bahkan terakhir rumah dijual agar kami bisa sekolah semua. Tidak ada penyesalan sama sekali walau kami tinggal dirumah kontrakan, asalkan semuanya bisa menyelesaikan kuliah.
Aku sangat bangga kepada kedua orang tua ku, dia tidak merasa hina walau tidak mempunyai harta yang banyak seperti tetangga2 dikampung.
Terimakasih ya Allah, engkau telah memberikan orang tua yang paling aku banggakan. ya Allah muliakanlah keduanya. Berikan saya kesempatan untuk menaikkan haji.
Posted by on April 21, 2006 ·
bagikan
Hari ini saya diundang oleh salah satu pejabat jurusan di UNSRI untuk menghadiri Lokakarya SIMAK (Sistem Informasi Akademik) UNSRI. Yang menghadiri pertemuan ini adalah 2 orang perwakilan dari tiap fakultas, wakil dari Puskom, BAAK, BAPSI, Tim Monev Unsri, dll.
Tujuan lokakarya ini adalah untuk menyamakan sistem informasi pengelolaan akademik dari setiap jurusan yang ada di UNSRI. Satu persatu perwakilan dari tiap fakultas mempresentasikan aplikasi SIMAK yang selama ini digunakan. Dari situ terlihat bahwa masing fakultas bahkan jurusan mempunyai SIMAK sendiri-sendiri, ada yang dikembangkan sendirii dan juga ada yang minta bantuan konsultan atau vendor. Ada juga yang sudah menggunakan sistem database dan ada juga yang masih menggunakan file sebagai media penyimpanan datanya.
Usulan saya untuk SIMAK UNSRI adalah :
Semua jurusan harus sudah saling terhubung dengan LAN.
Aplikasi SIMAK dibuat dengan berbasis web dan diletakkan di server di Puskom.
Aplikasi SIMAK hanya dapat diakses oleh komputer jurusan dengan nomor IP dan Nomor Ethernet Card yang sudah terdaftar di database Puskom, selain itu tidak bisa akses.
Posted by on April 18, 2006 ·
bagikan
Meledak …. kata itulah yang saya ucapkan ketika teman saya bertanya, “apa yang akan anda lakukan kalo sudah tamat kuliah?”
Begitu banyak ide2 bisnis besar yang saya tahan, karena waktu itu masih ada yang membelenggu saya, saya belum tamat. Saya takut pekerjaan besar ini nantinya mengganggu skripsi saya. Maka yang terjadi adalah saya hanya mengerjakan pekerjaan2 kecil yang perkiraan saya tidak begitu menyita waktu saya. Walaupun pada kenyataannya waktu saya habis juga oleh pekerjaan2 kecil itu.
Seperti biasanya pekerjaan saya selesaikan kalo sudah terdesak, sama seperti skripsi yang saya rampungkan menjelang batas waktu Drop Out. Begitu lepas dari UNSRI mulailah ide yang sudah lama saya pendam satu-persatu saya jalankan.
Tapi sayangnya dan entah mengapa, waktu saya mulai tersita oleh pekerjaan saya yaitu ngajar di Palcomtech, jadinya ide2 itu tidak bisa saya jalankan dengan waktu full. Saya dikontrak selama 2 tahun, tapi saya mengundurkan diri dari Palcomtech pada bulan ke-6. So…. saya akan menjadi bebas dan tidak terikat, dan saya akan menjalankan ide2 saya dengan bebasss…
Teman saya bertanya, apa yang anda lakukan setelah keluar dari Palcomtech?
saya jawab dengan singkat saya akan MELEDAK
Posted by on April 13, 2006 ·
bagikan
Aku lagi di desa trans (transmingrasi) dimana disana banyak pendatang dari Jawa dan Sulawesi. Sedangkan penduduk asli dari suku melayu tidak begitu banyak. Kalo saya lihat orang jawa banyak menguasai lembaga pemerintahan, seperti kades, kadus, camat, dll. Sedangkan orang bugis menguasai perekonomian,terbukti dengan hampir semua warung, toko, kapal niaga dimiliki oleh orang bugis. Kedua orang tua saya sendiri adalah orang bugis dan beliau bekerja sebagai pedagang dan petani kelapa.
Adat bugis cukup kental disana. Sanak famili saya kebanyakan mempunyai prinsip kalo mau kawin, harus dengan sesama orang bugis. Dan dianggap durhaka kalo sampai anaknya kawin dengan suku lain. Kasian juga ngelihatnya, waktu itu ada seorang pemuda bugis yang melamar gadis dari suku melayu. Orang tua pemuda tersebut sangat tidak setuju, tapi pemuda tsb tetap ngotot. Akhirnya mereka berdua tetap menikah walaupun kedua orang tua pemuda tersebut tidak menghadirinya. padahal masih dalam 1 desa.
Untunglah orang tuaku pemikirannya sedikit maju, dia tidak mempermasalahkan anaknya nikah dengan suku lain asal beragama Islam dan taat. Mungkin untuk yang pertama kalinya dalam sanak keluarga, orang tuaku merestui dan menghadiri pernikahan kakak saya dengan gadis dari sunda (di Sumedang), dan yang lebih menghebohkan lagi adik saya (cewek) nikah dengan pemuda dari Jepang. Dan orang tuaku merestui saja asal pemuda jepang tersebut masuk Islam. Alhamdulillah, kini saya mempunyai keponakan kecil bernama yashusi Togawa.